Jumlah
anak yang mengalami autisme mengalami peningkatan dalam beberapa tahun
terakhir. Maka anak-anak sebaiknya diperiksa ke dokter anak sejak usia 18 dan 24 bulan untuk mengetahui
gejala autisme. Penanganan sejak dini akan lebih baik bagi masa depan bayi.
Tanda-tanda peringatan dini untuk melihat kemampuan sosial dan komunikasi anak dapat diketahui dengan mudah oleh dokter anak. Tapi yang lebih penting, orangtua juga perlu memahami bagaimana tanda-tanda anak mengidap autisme. Risiko sang anak mengidap autisme semakin besar jika saudaranya mengidap autisme.
Tanda-tanda peringatan dini untuk melihat kemampuan sosial dan komunikasi anak dapat diketahui dengan mudah oleh dokter anak. Tapi yang lebih penting, orangtua juga perlu memahami bagaimana tanda-tanda anak mengidap autisme. Risiko sang anak mengidap autisme semakin besar jika saudaranya mengidap autisme.
Sejak bayi
menginjak usia 1
tahun, periksalah kondisi sosial dan emosionalnya. Biasanya, bayi berusia 6
bulan sudah bisa tersenyum kembali ketika diajak bercanda. Terkadang bayi tidak
mengalami autisme, tetapi mengalami keterlambatan perkembangan yang juga
sebaiknya dideteksi sejak dini.
Untuk
mendeteksi adanya gangguan perkembangan mental, bayi berusia 9, 18, 24 dan 30
bulan sebaiknya diperiksa ke dokter anak. Dokter akan segera membantu jika ada
kekhawatiran mengenai gangguan perkembangan anak atau jika ternyata hasil
pemeriksaan autisme positif.
Bayi di bawah
umur 3 tahun yang didiagnosis autisme harus dirujuk ke program intervensi dini,
sedangkan anak yang lebih tua bisa mendapat penanganan khusus.
Seperti dilansir parenting.com, tanda-tanda autisme pada bayi yang perlu diperhatikan orangtua adalah:
1. Usia 3 bulan: Bayi tidak tersenyum ketika diajak tersenyum
atau berbicara
2. Usia 8 bulan: Bayi tidak ikut menatap mata ketika dipandang
3. Usia 10 sampai 12 bulan: Bayi tidak melihat arah yang
ditunjuk kemudian bereaksi menatap balik orang di hadapannya
Berikut adalah
tanda-tanda autisme pada bayi yang sering digunakan dokter. Jangan panik jika
bayi menunjukkan salah satu atau dua gejala
berikut, tapi konsultasikan dengan dokter anak jika melihat salah satu dari
tanda berikut:
1. Usia 2 sampai 3 bulan, bayi tidak sering melakukan kontak
mata.
2. Usia 3 bulan, bayi tidak tersenyum ketika diajak bercanda
atau mendengar suara pengasuhnya.
3. Usia 6 bulan, bayi tidak tertawa atau membuat ekspresi
gembira lainnya.
4. Usia sekitar 8 bulan, bayi tidak mengikuti pandangan mata
ketika orang yang menatapnya memalingkan muka ke benda lain.
5. Usia 9 bulan, bayi belum mulai mengoceh.
6. Usia 1 tahun, bayi tidak konsisten menoleh ketika namanya
dipanggil.
7. Usia 1 tahun, bayi nampak tidak peduli terhadap vokalisasi,
yaitu kurang merespon saat namanya dipanggil. Namun memiliki kepekaan yang
tajam terhadap suara lingkungan di sekitarnya.
8. Usia 1 tahun, bayi tidak terlibat dalam vokalisasi namanya
bersama pengasuh.
9. Usia 1 tahun, bayi belum dapat melambaikan tangan
seolah-olah mengucapkan selamat tinggal.
10. Usia 1 tahun, bayi tidak dapat mengikuti atau melihat ke
arah yang ditunjuk.
11. Usia 16 bulan, bayi tidak berkata-kata.
12. Usia 18 bulan, bayi tidak nampak memiliki hal-hal yang
menarik minatnya.
13. Usia 24 bulan, bayi tidak bisa mengucapkan dua kata yang
memiliki arti.
14. Setiap saat, bayi nampak kehilangan salah satu keterampilan
yang sebelumnya pernah dikuasai.